TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Ajak Umat Berefleksi di Tengah Keprihatinan Bangsa, ISKA Karanganyar akan Gelar "Mlampah Ziarah"

Para pengurus ISKA Karanganyar saat memaparkan rencana kegiatan Mlampah Ziarah

WARTAJOGLO, Karanganyar – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun ini akan dimaknai secara berbeda oleh Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Karanganyar. 

Organisasi tersebut akan menggelar Mlampah Ziarah dengan menempuh perjalanan sekitar 13,5 kilometer, Jumat 14 Agustus 2026 malam.

Kegiatan yang memadukan perjalanan fisik dan permenungan batin tersebut akan dimulai dari halaman Gereja Paroki Santo Pius X, Jalan Lawu No. 362 Karanganyar. 

Peserta kemudian akan berjalan menuju Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Matesih, yang menjadi titik akhir perjalanan.

Bagi ISKA Karanganyar, Mlampah Ziarah bukan sekadar kegiatan jalan kaki atau agenda peringatan kemerdekaan. 

Perjalanan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk berhenti sejenak, merenung, sekaligus memanjatkan doa bagi bangsa Indonesia.

Ketua ISKA Karanganyar, Bernadeta Setyoningsih, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.

"Kita berharap dukungan dari paroki, wilayah maupun lingkungan untuk menyukseskan kegiatan mlampah ziarah ini," ujar perempuan yang akrab disapa Bu Ning tersebut saat memberikan penjelasan dalam pertemuan Paguyuban Pamong Wilayah/Lingkungan (PPL).

Dukungan dari berbagai elemen umat menjadi penting agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik. 

Terlebih, perjalanan sejauh 13,5 kilometer tentu membutuhkan kesiapan fisik, mengingat peserta yang ikut nantinya berasal dari berbagai kelompok usia.

Pastor Paroki Gereja Santo Pius X Karanganyar, Romo Tri Widodo, menyambut positif rencana tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digagas ISKA Karanganyar.

Namun, Romo Tri juga mengingatkan panitia agar memperhatikan aspek teknis selama pelaksanaan. 

Hal tersebut dinilai penting karena peserta mlampah ziarah kemungkinan juga akan diikuti umat berusia di atas 60 tahun.

"Perhatikan hal-hal teknis pelaksanaan mlampah ziarah, apalagi kalau yang ikut usianya di atas 60 tahun," pesannya.

Lebih dari sekadar perjalanan ziarah, Romo Tri melihat kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas dalam konteks peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Menurutnya, mlampah ziarah bersama ISKA dapat menjadi bentuk aksi sekaligus refleksi atas perjalanan bangsa Indonesia yang telah memasuki usia kemerdekaan ke-81.

"Kegiatan mlampah ziarah bersama ISKA ini bisa menjadi aksi dan refleksi pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini, terutama karena banyak pejabat yang tidak mau mendengar suara rakyat," kata Romo Tri.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perjalanan yang akan dilakukan bukan hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga menjadi bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa.

Di balik rencana mlampah ziarah tersebut, ISKA Karanganyar juga terus berupaya mengenalkan keberadaan organisasi kepada umat Katolik di wilayah Karanganyar.

Dalam pertemuan Paguyuban Pamong Wilayah/Lingkungan (PPL) yang berlangsung di Gedung GPP Paroki Santo Pius X, Minggu 2 Agustus 2026), pengurus ISKA Karanganyar memberikan penjelasan mengenai sejarah dan kiprah organisasi tersebut.

Sekretaris Jenderal ISKA Karanganyar, Vladimir Langgeng Widodo, menjelaskan bahwa Ikatan Sarjana Katolik Indonesia merupakan organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kehidupan umat Katolik di Indonesia.

ISKA didirikan oleh para mantan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jakarta pada 22 Mei 1958. 

Pada awal berdirinya, organisasi tersebut menggunakan nama Ikatan Katolik Sarjana (IKS).

Organisasi itu menjadi wadah bagi para sarjana Katolik maupun sarjana non-Katolik yang memiliki keyakinan terhadap asas Katolik.

Dalam perjalanannya, nama IKS kemudian berubah menjadi Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA). Perubahan tersebut dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Bandungan, Jawa Tengah, pada 1964 dan nama ISKA terus digunakan hingga sekarang.

Saat ini, Pengurus Pusat ISKA dipimpin oleh Lucky Yusgiantoro.

"ISKA adalah organisasi masyarakat, ormas Katolik yang diatur dalam AD/ART dan keberadaannya di luar struktur gereja paroki," terang Langgeng.

Ia menjelaskan, posisi ISKA sebagai organisasi kemasyarakatan Katolik memiliki karakter yang berbeda dengan struktur organisasi gereja. 

Keberadaannya berada dalam ruang sosial kemasyarakatan dan menjadi wadah bagi para sarjana Katolik untuk turut mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

ISKA, lanjut Langgeng, berada dalam satu ekosistem organisasi kemasyarakatan Katolik bersama sejumlah organisasi lain.

Di antaranya Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang berdiri pada 1952, Pemuda Katolik yang berdiri pada 1945, serta Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) yang berdiri pada 2004.

Namun, menurut pandangannya, perkembangan ISKA masih belum sekuat organisasi cendekiawan dari kelompok agama lain, seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang berdiri pada 7 Desember 1990.

Ia menilai, kondisi tersebut salah satunya tidak terlepas dari kecenderungan sebagian kalangan gereja yang menjaga jarak dengan politik, termasuk terhadap organisasi kemasyarakatan maupun partai politik.

Padahal, menurut Langgeng, keberadaan organisasi seperti ISKA dapat menjadi ruang bagi kaum intelektual Katolik untuk turut memberikan kontribusi pemikiran dan aksi nyata bagi kehidupan masyarakat dan bangsa.

Di tingkat lokal, DPC ISKA Karanganyar secara resmi dibentuk pada 7 Juni 2025. Pembentukan tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus yang berlangsung di Gereja Paroki Santo Antonius Purbayan, Solo.

Pelantikan tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan DPC ISKA Solo dan DPC ISKA Wonogiri.

Dalam kepengurusan ISKA Karanganyar, Bernadeta Setyoningsih dipercaya sebagai ketua, sementara Vladimir Langgeng Widodo menjabat sebagai sekretaris.

Kini, organisasi tersebut mulai memperkenalkan diri sekaligus memperluas ruang keterlibatan di tengah umat dan masyarakat. //Sik

Type above and press Enter to search.