TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Bidik Lulusan Berdaya Saing Global, UNISRI Dorong Dosen Kuasai Teknologi

Rektor UNISRI (kiri) memberikan cinderamata kepada anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono yang menjadi keynote speaker di acara Workshop Bina Talenta

WARTAJOGLO, Solo — Dunia pendidikan tinggi tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara lama di tengah perkembangan teknologi yang bergerak begitu cepat. 

Perguruan tinggi dituntut mampu beradaptasi, termasuk mendorong para dosen menguasai teknologi digital agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Hal itu menjadi salah satu perhatian utama Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melalui Workshop Bina Talenta yang merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Komisi X DPR RI dan UNISRI.

Workshop yang digelar di Auditorium Kampus 2 UNISRI, Selasa 4 Agustus 2026, tersebut mengangkat tema "Transformasi Digital Pembelajaran dan Implementasi Teknologi dalam Mewujudkan Lulusan Berdaya Saing Global."

Kegiatan yang diikuti para dosen serta tenaga pendidik UNISRI itu menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Drs. H. Juliyatmono, M.M. sebagai keynote speaker. 

Sementara sejumlah narasumber turut memberikan perspektif terkait transformasi pembelajaran digital, yakni Prof. Dr. Agus Efendi, M.Pd., Kaprodi S2 Teknologi Pendidikan UNS; Dr. Ir. Budi Legowo, S.Si., M.Si., Kepala LPPMP UNS; serta Ir. Saiful Bahri, M.Kom., Wakil Rektor Bidang Akademik.

Rektor UNISRI, Prof. Sutoyo, mengatakan transformasi digital menjadi sebuah keniscayaan jika perguruan tinggi ingin menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, kualitas lulusan sangat dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran. Karena itu, perubahan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dosen dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Jadi workshop ini memang untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Untuk bisa menghasilkan lulusan yang berdaya saing global, tentunya proses pembelajarannya harus berkualitas,” kata Prof. Sutoyo di sela kegiatan.

Ia menilai pola pembelajaran di perguruan tinggi harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Jika sebelumnya proses pembelajaran banyak menggunakan teknologi konvensional, kini dosen dituntut mampu memanfaatkan berbagai teknologi digital.

Menurut Prof. Sutoyo, penguasaan teknologi digital oleh dosen akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran yang diterima mahasiswa.

Dosen, lanjutnya, harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebab, jika tidak, bukan tidak mungkin mahasiswa justru lebih menguasai teknologi dibandingkan dosennya.

“Teknologi digital itu diharapkan dikuasai oleh dosen, sehingga dosen dalam memberikan pembelajaran itu sesuai harapan dan lulusannya berkualitas. Kalau dosen cara mengajarnya tidak menggunakan teknologi digital, teknologi sekarang ini, ya akan ketinggalan. Bahkan mahasiswanya mungkin lebih canggih dibandingkan dosen,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut transformasi digital bukanlah proses yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. 

UNISRI telah memulai proses tersebut sejak sekitar empat tahun lalu dan terus melakukan pengembangan secara bertahap.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Drs. H. Juliyatmono, M.M. mengatakan tema workshop tersebut dipilih oleh Rektor UNISRI dengan tujuan mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi persaingan global.

Menurutnya, transformasi digital dalam pembelajaran merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. 

Teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah manusia dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Ia menilai digitalisasi pembelajaran harus mampu menjadi alat bantu yang tepat dan efektif dalam proses pendidikan.

“Transformasi ini kan tidak bisa ditolak. Justru menyesuaikan bagaimana sistem ini menjadi alat bantu yang lebih tepat, lebih cepat,” ujarnya.

Namun demikian, Juliyatmono mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat pendidikan kehilangan aspek paling mendasar dalam pembentukan manusia, yakni karakter.

Menurutnya, teknologi dapat berkembang dengan sangat cepat, tetapi karakter dan kepribadian manusia tetap menjadi fondasi yang harus dijaga.

“Karakter manusia kan tidak bisa dirubah. Yang mesti harus terus dibentengi adalah karakter personal. Lulusan ini menjadi lulusan yang memiliki karakter yang baik, kepribadian yang baik, tapi menguasai teknologi,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi menjadi semakin penting karena persaingan global saat ini juga bergerak mengikuti perkembangan teknologi.

“Persaingannya adalah teknologi, ya mau tidak mau harus dipersiapkan ke sana. Harus dikuasai betul,” katanya.

Namun, penguasaan teknologi tersebut harus disertai dengan etika dan karakter yang baik. Sebab, teknologi pada dasarnya hanyalah alat, sedangkan manusia tetap menjadi penentu bagaimana teknologi tersebut digunakan.

“Cara menguasainya ya harus beretika. Karena pengguna teknologi harus memiliki karakter yang baik, dan hal ini tidak bisa digantikan,” tandasnya. //Sik

Type above and press Enter to search.