TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Kepercayaan Industri Makin Kuat, UTP Surakarta Dipercaya Siapkan SDM Sawit

Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr.Winarti, M.Si memimpin acara jalan sehat dalam rangka Dies Natalis UTP ke-46

WARTAJOGLO, Solo - Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta mendapat kepercayaan besar dari dunia industri. 

Melalui kerja sama dengan PT Eagle High Plantations (EHP), UTP tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga dipercaya ikut menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Kepercayaan itu mencakup sejumlah program, mulai dari seleksi dan magang mahasiswa hingga pendidikan dan pelatihan calon mandor.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UTP Surakarta, Prof. Dr. Ir. Suswadi, M.Si., mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya UTP untuk semakin mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal itu disampaikannya di sela kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis ke-46 UTP Surakarta, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut Prof. Suswadi, kepercayaan EHP kepada UTP salah satunya tidak lepas dari banyaknya alumni UTP yang telah bekerja di perusahaan sawit.

“Alumni kita ternyata banyak yang sudah bekerja di perusahaan sawit. Itu nanti kita tarik untuk menjadi dosen praktisi dan instruktur dalam pelatihan,” ujarnya.

Keberadaan alumni yang memahami dunia industri secara langsung menjadi modal penting bagi UTP dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.

Namun, bukan hanya kompetensi teknis yang menjadi pertimbangan. UTP juga dinilai memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter mahasiswa.

Prof. Dr. Suswadi, Wakil Rektor I UTP Surakarta saat menjelaskan capaian yang diwujudkan UTP Surakarta

Prof. Suswadi menyebut nilai-nilai Tri Ciri UTP, seperti kepeloporan, patriotisme dan kemandirian, menjadi nilai tambah yang dibutuhkan dunia kerja.

“Yang ternyata dibutuhkan itu karakternya dulu. Kalau masuk di sana tinggal mengisi aspek teknisnya saja,” jelasnya.

Bentuk kepercayaan EHP terhadap UTP semakin besar karena kampus tersebut juga akan dipercaya menyeleksi dan mendidik calon mandor.

Lulusan SMA atau SMK nantinya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan selama enam bulan di UTP. Setelah itu, mereka menjalani magang di perusahaan sebelum berpeluang diangkat sebagai mandor.

Program tersebut bahkan disiapkan memiliki jenjang karier lanjutan. Setelah bekerja selama dua tahun sebagai mandor, mereka akan difasilitasi mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di UTP.

Melalui kuliah daring maksimal dua tahun, mereka berkesempatan memperoleh gelar sarjana. Dengan bekal tersebut, terbuka peluang untuk meningkatkan karier dari mandor menjadi asisten kebun.

“Jadi dari mandor bisa menjadi asisten kebun kalau sudah sarjana,” kata Prof. Suswadi.

Untuk program tersebut, UTP kini tengah menyusun silabus pendidikan dan pelatihan yang akan dipresentasikan kepada pihak EHP.

Kerja sama ini juga dipastikan akan berlangsung secara berkelanjutan. Setelah proses rekrutmen tahap pertama pada Agustus, EHP kembali akan melakukan perekrutan pada Februari.

“Berlanjut. Nanti bulan Februari ada lagi perekrutan magang maupun seleksi tenaga kerja,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan mandor, UTP mendapat target kuota hingga 650 orang secara bertahap, terutama untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan menggantikan tenaga mandor yang memasuki masa pensiun.

Program tersebut menyasar kebutuhan perusahaan di berbagai wilayah Indonesia, terutama Kalimantan dan Papua.

Bagi UTP, kepercayaan tersebut menjadi momentum untuk membangun model pendidikan yang benar-benar terhubung dengan dunia kerja.

Sebab, seperti ditegaskan Prof. Suswadi, tujuan mahasiswa menempuh pendidikan tinggi pada akhirnya adalah memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja.

“Orang kuliah itu kan harapannya bekerja,” katanya.

Sementara itu, dalam rangka Dies Natalis ke-46, UTP Surakarta juga menggelar Jalan Sehat dan Senam Gayeng. 

Rangkaian perayaan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lain, termasuk lomba antarprogram studi berupa olahraga tradisional yang menjadi salah satu kegiatan unggulan kampus. 

Acara itu diikuti oleh seluruh sivitas akademika UTP dari pengurus yayasan, rektor dan para wakilnya serta mahasiswa.

Rektor UTP Prof. Dr. Winarti pun didapuk untuk memimpin dan melepas barisan peserta jalan sehat //Kls

Type above and press Enter to search.