TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Perkuat Pelestarian Wayang Kulit, ISI Surakarta Serahkan Aset Seni untuk Sanggar Sangswara

Tim PISN ISI Surakarta menyerahkan sejumlah aset seni kepada Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Sukoharjo

WARTAJOGLO, Sukoharjo – Upaya menjaga wayang kulit agar tetap hidup di tengah perubahan zaman terus dilakukan. Salah satunya melalui penguatan komunitas seni tradisi di tingkat sanggar.

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui Tim Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) 2026 menyerahkan sejumlah aset seni kepada Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Sukoharjo, Senin 10 Agustus 2026.

Penyerahan tersebut bukan sekadar pemberian bantuan peralatan. Kegiatan itu menjadi salah satu luaran program PISN 2026 sekaligus bagian dari rangkaian panjang proses pengembangan dan pelestarian seni tradisi, khususnya wayang kulit.

Program tersebut sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, perancangan program, latihan bersama, hingga pementasan wayang.

Ketua Tim PISN FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, mengatakan penyerahan aset merupakan bentuk nyata sekaligus bagian dari luaran program yang dijalankan bersama mitra.

Sejumlah aset yang diserahkan meliputi seperangkat alat gamelan, karakter wayang Babad Kartasura, serta karya wayang multimedia motion graphic.

“Pemberian bantuan ini merupakan bentuk nyata dan bagian dari luaran program PISN bersama mitra Sanggar Wayang Gamelan Sangswara,” ungkap Basnendar.

Program Inovatif Seni Nusantara sendiri dikelola Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Penyerahan aset tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas Sanggar Wayang Gamelan Sangswara dalam mengembangkan kegiatan seni tradisi.

Ketua Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Nia Dwi Raharjo, menyambut baik bantuan yang diberikan. 

Menurutnya, aset tersebut sangat bermanfaat untuk memberdayakan sanggar sekaligus meningkatkan potensi para anggotanya di bidang seni wayang kulit.

Ia berharap bantuan tersebut semakin memacu semangat para anggota sanggar untuk terus berkarya dan menjaga keberlangsungan seni tradisi.

“Bantuan aset ini sangat bermanfaat dalam memberdayakan sanggar untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi di bidang seni wayang kulit. Semoga juga semakin memberi semangat bagi anggota sanggar untuk selalu melestarikan seni tradisi,” ujarnya seusai penyerahan bantuan.

Kegiatan penyerahan bantuan yang dilakukan secara simbolik tersebut turut dihadiri tim dosen dan mahasiswa ISI Surakarta. 

Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan bahwa program pengabdian tidak hanya berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekosistem seni di masyarakat.

Anggota Tim PISN ISI Surakarta, Ana Rosmiati, menambahkan, bantuan aset tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap keberadaan sanggar seni tradisi yang selama ini menjadi salah satu ruang penting bagi keberlangsungan wayang kulit.

Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk memperluas pengenalan wayang kepada generasi muda.

Salah satu sasaran yang ingin dikembangkan adalah edukasi wayang kulit kepada siswa sekolah dasar. 

Dengan pendekatan yang lebih kreatif, wayang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang dekat dengan dunia anak-anak.

Program tersebut juga membuka ruang lebih luas bagi dalang perempuan untuk berekspresi melalui pementasan wayang.

“Bantuan ini sebagai apresiasi terhadap keberadaan sanggar seni tradisi, sekaligus upaya mengenalkan edukasi wayang kulit kepada siswa sekolah dasar. Selain itu, juga memberi wahana bagi dalang wanita untuk berekspresi melalui pementasan wayang,” jelas Ana. //Her

Type above and press Enter to search.