TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Sulap Kekayaan Budaya Indonesia Jadi Ilustrasi Fesyen, Mahasiswa ISI Surakarta Raih Juara Nasional

M. Nizam Ilhami, mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional

WARTAJOGLO, Solo – Kekayaan budaya Indonesia kembali menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya karya kreatif mahasiswa. 

Kali ini, M. Nizam Ilhami, mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Nizam sukses meraih Juara Satu Umum Kompetisi Ilustrasi Fesyen Nasional 2026 yang digelar dalam rangkaian Artwear Festival 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Tari dan Busana Nusantara (HIMTARIUS) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Kompetisi tersebut berlangsung sejak 1 Juni hingga 4 Juli 2026. Sementara pemberian penghargaan kepada para pemenang dilaksanakan pada Rabu 13 Agustus 2026.

Prestasi Nizam terasa semakin istimewa lantaran kompetisi tersebut diikuti 213 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Para peserta berkompetisi dalam dua kategori, yakni kategori Mahasiswa dan Umum.

Kompetisi Ilustrasi Fesyen Nasional 2026 tidak sekadar menguji kemampuan peserta dalam menggambar busana. 

Mereka ditantang menggali kekayaan budaya Indonesia untuk kemudian menerjemahkannya menjadi gagasan desain fesyen.

Cerita rakyat, makhluk mitologi, hingga budaya tradisional Indonesia menjadi sumber inspirasi yang dapat dieksplorasi peserta. 

Dari sana, setiap peserta dituntut mengembangkan rancangan yang memiliki kreativitas visual, inovasi, estetika, sekaligus identitas budaya.

Tantangan tersebut membuat proses penciptaan tidak berhenti pada persoalan menghasilkan ilustrasi yang indah. 

Setiap elemen visual harus mampu membawa gagasan dan pesan yang ingin disampaikan melalui rancangan busana.

Nizam mengikuti kompetisi tersebut dengan pendampingan Danang Priyanto, S.Tr.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Desain Mode Batik FSRD ISI Surakarta.

Pendampingan dilakukan sejak proses pengembangan gagasan hingga penyusunan karya yang diikutsertakan dalam kompetisi. 

Melalui proses tersebut, Nizam mampu mengolah gagasan budaya menjadi konsep visual yang dinilai kuat dan komunikatif.

Danang pun mengapresiasi pencapaian mahasiswanya tersebut. Menurutnya, prestasi Nizam tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama Program Studi Desain Mode Batik serta FSRD ISI Surakarta.

“Ini adalah pencapaian membanggakan dari mahasiswa Desain Mode Batik dan juga semoga menjadi pemicu mahasiswa lain. Nizam dalam kompetisi ini dapat menyampaikan pesan dan gagasan dengan sangat luar biasa,” ujar Danang Priyanto.

Prestasi yang diraih Nizam sekaligus memperlihatkan bahwa desain fesyen dapat menjadi medium untuk menerjemahkan kekayaan budaya Indonesia ke dalam bahasa visual yang lebih modern.

Cerita rakyat, mitologi, maupun tradisi tidak hanya ditempatkan sebagai ornamen atau pelengkap desain. 

Berbagai unsur tersebut dapat dikembangkan menjadi gagasan utama yang kemudian diwujudkan dalam bentuk rancangan busana.

Dengan demikian, fesyen tidak hanya berbicara tentang tren dan estetika. Di tangan para kreator, fesyen juga bisa menjadi sarana untuk menyampaikan cerita, identitas, serta pesan budaya kepada masyarakat.

Bagi Program Studi Desain Mode Batik FSRD ISI Surakarta, keberhasilan Nizam menjadi capaian yang membanggakan sekaligus bukti kemampuan mahasiswa dalam mengolah kekayaan budaya menjadi karya kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Lebih jauh, prestasi tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk semakin berani mengikuti berbagai kompetisi dan memperluas pengalaman berkarya.

Sebab, dari sebuah ilustrasi fesyen, budaya Indonesia ternyata dapat kembali diceritakan dengan bahasa yang berbeda—lebih visual, kreatif, dan dekat dengan perkembangan zaman. //Sik

Type above and press Enter to search.