![]() |
| Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala SDN 5 Gayam Sukoharjo |
WARTAJOGLO, Sukoharjo – Perhatian terhadap dunia pendidikan tak cukup hanya dengan bicara soal kualitas pembelajaran. Sebab, proses belajar yang baik juga membutuhkan ruang yang aman dan nyaman.
Hal itulah yang coba didorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Pada Selasa 8 September 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta menyerahkan bantuan Program TJSL Bina Lingkungan senilai Rp75 juta kepada SDN 5 Gayam, Sukoharjo.
Bantuan tersebut diarahkan untuk kebutuhan yang cukup mendasar namun penting bagi aktivitas belajar mengajar, yakni revitalisasi atap gedung sekolah serta pengadaan rolling door sebagai sekat antar kelas.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, bersama jajaran manajemen dan Komite TJSL Daop 6 Yogyakarta.
Bantuan diterima Perwakilan Dinas Pendidikan Sukoharjo, Karsidi, didampingi Kepala SDN 5 Gayam, Rika Purwanti.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Lebih dari itu, KAI ingin ikut menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Melalui program TJSL ini, KAI tidak hanya berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat dari sisi sosial, tetapi juga turut mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa maupun tenaga pendidik,” ujar Feni.
Ia berharap bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi SDN 5 Gayam sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
Feni menegaskan, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada penyerahan secara simbolis. Sarana yang dibangun dan diperbaiki harus dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang. KAI akan terus berupaya hadir dan berkontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program TJSL yang sesuai dengan kebutuhan di wilayah operasional kami,” katanya.
Program TJSL Bina Lingkungan sendiri menjadi salah satu bentuk kepedulian KAI terhadap masyarakat. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pembangunan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Bagi dunia pendidikan, dukungan semacam ini memiliki arti penting. Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan materi pembelajaran, tetapi juga oleh ruang tempat anak-anak menimba ilmu setiap hari.
Revitalisasi SDN 5 Gayam Sukoharjo, KAI Daop 6 Gelontorkan Rp75 Juta https://t.co/O9TVwhIuDT
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) September 8, 2026
“Kolaborasi KAI melalui program TJSL di bidang pendidikan merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Bersama, kita membangun ruang belajar yang lebih baik untuk menyiapkan generasi masa depan yang lebih hebat,” tutur Feni.
KAI Daop 6 Yogyakarta berharap bantuan tersebut mampu membantu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di SDN 5 Gayam. //Sik
