![]() |
| Para mahasiswa UNISRI meneriakkan yel-yel di bawah bentangan bendera bergambar Slamet Riyadi berukuran raksasa yang menandai pembukaan PKKMB 2026 |
WARTAJOGLO, Solo – Pembentangan bendera raksasa bergambar pahlawan nasional Slamet Riyadi berukuran 20 x 10 meter, menandai pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Rabu 2 September 2026.
Di hadapan 1.535 mahasiswa baru, pembentangan bendera tersebut menjadi simbol penanaman nilai-nilai perjuangan Slamet Riyadi.
Semangat itu diharapkan diwujudkan melalui pendidikan, karya, integritas dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UNISRI Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, mengatakan PKKMB tahun ini mengangkat tema “Tumbuh, Berkarya, dan Berdampak” untuk memperkuat identitas kampus sekaligus meneruskan nilai perjuangan Slamet Riyadi.
Menurutnya, perjuangan mahasiswa tidak lagi dilakukan melalui pertempuran fisik, melainkan dengan menuntut ilmu, mengembangkan kreativitas, menjaga integritas dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Pembentangan bendera raksasa menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas UNISRI sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan Slamet Riyadi kepada generasi muda," jelas Prof Sutoyo seusai pembukaan PKKMB.
Nilai perjuangan Slamet Riyadi diperkenalkan sebagai pedoman dalam kehidupan mahasiswa.
Selain pengibaran bendera Slamet Riyadi raksasa, dalam pembukaan PKKMB tersbeut juga ditampilkan berbagai atraksi dari para mahasiswa, baik di bidang seni maupun olahraga.
Mneurut Prof Sutoyo, pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi bekal pribadi, tetapi juga sarana untuk menjawab persoalan di masyarakat.
Salah satu bentuknya adalah gerakan green living movement. Mahasiswa akan menerima tanaman untuk disalurkan kepada masyarakat melalui RT/RW.
Program ini diharapkan mendukung ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
"Green living movement-nya itu kita memberikan sesuatu kepada masyarakat tanaman, tanaman hidup yang akan diberikan kepada RT/RW untuk mendukung Nawa Cita Presiden Prabowo terkait dengan ketahanan pangan," jelas Prof Sutoyo.
Sementara itu, penanaman nilai perjuangan dilakukan melalui kegiatan edukatif tanpa perpeloncoan.
Prof Sutoyo menegaskan, PKKMB tidak boleh diwarnai kekerasan fisik, verbal maupun psikologis.
“Prinsipnya PKKMB ini bukan perpeloncoan. Kita mengenalkan mahasiswa tentang kehidupan kampus, baik akademik maupun kemahasiswaan dan non-akademik,” kata Sutoyo.
Bentakan dan tindakan yang merendahkan mahasiswa baru juga dilarang. Sebagai gantinya, mereka mengikuti ceramah, diskusi serta materi tentang pendidikan tinggi, akademik, pengelolaan kampus, antinarkoba, wawasan kebangsaan dan bahaya judi online.
PKKMB UNISRI tahun ini diikuti 1.535 mahasiswa baru, meningkat dari sekitar 1.300 mahasiswa pada tahun sebelumnya. Kegiatan dilaksanakan dalam dua gelombang.
Gelombang pertama berlangsung 2–4 September 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan 7–9 September 2026.
Tanamkan Nilai-nilai Perjuangan, UNISRI Bentangkan Bendera Slamet Riyadi Raksasa di PKKMB 2026 https://t.co/Sb1Y9hx6Wr
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) September 2, 2026
Tahun ini, UNISRI juga membuka dua program studi baru, yakni Bisnis Digital di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi.
Sementara itu, Program Studi S1 Manajemen masih menjadi pilihan favorit mahasiswa baru, disusul Hukum dan Ilmu Komunikasi. //Sik
