![]() |
| Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNISRI memperkenalkan domino matematika ke siswa SD di Thailand |
WARTAJOGLO, Thailand – Belajar matematika tak harus selalu dilakukan dengan buku, pensil dan deretan angka di papan tulis.
Di Suksasat School, Songkhla, Thailand, siswa kelas 1 dan 2 SD justru diajak mengenal angka, penjumlahan hingga pengurangan melalui permainan domino.
Cara belajar yang menyenangkan tersebut dihadirkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, melalui program internasional bertajuk "Enjoyable Math Learning Through Domino Games".
Kegiatan tersebut menjadi upaya UNISRI memperkenalkan pendekatan game-based learning dalam pembelajaran matematika sekaligus bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Alfonsa Maria Sofia Hapsari, bersama anggota Arif Sutikno dan mahasiswa Michkel Wahyu Romadhani, memperkenalkan permainan domino yang telah dimodifikasi menjadi media pembelajaran matematika.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan siswa, mulai dari pengenalan angka, penjumlahan hingga pengurangan sederhana.
"Melalui permainan domino ini, siswa diajak belajar sambil bermain. Dengan begitu konsep matematika lebih mudah dipahami dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar," jelas Alfonsa.
Suasana pembelajaran pun berlangsung jauh dari kesan kaku. Para siswa tampak antusias mencocokkan kartu domino, berdiskusi dalam kelompok dan menyelesaikan berbagai tantangan matematika secara bersama-sama.
Permainan tersebut tidak hanya membuat siswa lebih tertarik mengikuti pembelajaran, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir logis dan menemukan jawaban melalui proses bermain.
Interaksi antarsiswa dalam kelompok turut melatih kemampuan bekerja sama dan memecahkan masalah sejak dini.
Bagi tim pengabdian UNISRI, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa media sederhana seperti kartu domino dapat dikembangkan menjadi sarana pembelajaran yang efektif apabila dirancang sesuai kebutuhan dan karakteristik anak.
Tak hanya siswa yang mendapatkan pengalaman baru. Guru-guru Suksasat School juga memperoleh pendampingan mengenai penerapan game-based learning di kelas.
Pendampingan tersebut diharapkan memberikan inspirasi kepada guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif dan menyenangkan.
Sebagai bagian dari luaran kegiatan, Tim Pengabdian UNISRI juga menyerahkan media pembelajaran domino matematika lengkap dengan panduan penggunaannya kepada pihak Suksasat School.
Media tersebut diharapkan tidak berhenti digunakan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat dimanfaatkan guru secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran matematika.
Kepala Suksasat School menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis permainan memberikan pengalaman baru, baik bagi guru maupun siswa.
"Metode pembelajaran berbasis permainan memberikan pengalaman baru bagi guru maupun siswa. Ini juga membuka peluang pengembangan inovasi pembelajaran matematika yang lebih efektif di sekolah dasar," ujarnya.
Bagi UNISRI, kegiatan di Thailand tersebut memiliki makna lebih luas. Selain memberikan manfaat langsung bagi sekolah mitra, pengabdian internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Thailand.
UNISRI berharap inovasi pembelajaran berbasis permainan edukatif dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Thailand, sekaligus mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Thailand.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat langkah UNISRI dalam mendorong internasionalisasi melalui riset, pengabdian dan kolaborasi global.
Di sisi lain, FKIP UNISRI terus mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Bawa Domino Matematika ke Thailand, UNISRI Bikin Belajar Berhitung Jadi Menyenangkan https://t.co/LFY8tFkOjY
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 9, 2026
Dari permainan domino yang sederhana, UNISRI mencoba menghadirkan pesan bahwa matematika tidak selalu harus menjadi pelajaran yang menakutkan.
Dengan pendekatan yang tepat, belajar berhitung pun bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. //Sik
