TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Sukseskan Program Ketahanan Pangan, KEI Gelar Pasar Sembako Murah di CFD Solo

Anggota KEI menawarkan produk sembako ke pengguna jalan yang lewat di kawasan CFD Kota Solo

WARTAJOGLO, Solo – Upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau terus dilakukan berbagai elemen masyarakat. 

Salah satunya dilakukan Kartini Entrepreneur Indonesia (KEI) dengan menggelar Pasar Sembako Murah di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Solo, Minggu 9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KEI untuk ikut menyukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Tak sekadar menjual sembako dengan harga murah, kegiatan itu juga menjadi cara organisasi yang beranggotakan para janda tersebut untuk turun langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ketua KEI, Maharani, mengatakan pihaknya memilih bergerak langsung ke lapisan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

"Dari program ketahanan pangan yang dicetuskan Pak Presiden Prabowo, kita sebagai arus bawah harus segera ikut menyukseskan dan langsung bergerak ke arus bawah secara langsung, salah satunya dengan penyaluran penjualan sembako murah," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Dalam Pasar Sembako Murah tersebut, KEI menyediakan sejumlah kebutuhan pokok utama yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, yakni beras, minyak goreng dan gula.

Untuk penyediaan bahan, KEI bekerja sama dengan Koperasi Pendowo 08, termasuk dalam mendapatkan beras dari Bulog yang kemudian disalurkan kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Untuk beras kemasan 5 kilogram, misalnya, harga yang ditetapkan sebesar Rp62.000, sedikit di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disebut sebesar Rp62.500.

Namun, ada satu hal yang cukup menarik perhatian Maharani. Pihaknya sengaja menyediakan beras dalam kemasan lebih kecil, yakni 2 kilogram, karena melihat masih banyak masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan membeli.

"Yang terbaru saat ini, masyarakat masih banyak yang membeli 2 kg dengan keterbatasan keuangan. Di situlah pemerintah harus mengetahui bagaimana masyarakat di bawah memang masih banyak yang perlu kita berikan uluran tangan," katanya.

Menurut Maharani, fakta tersebut menjadi gambaran nyata kondisi daya beli sebagian masyarakat. 

Kondisi itu sekaligus mendorong KEI untuk tidak hanya menyediakan sembako dalam kemasan besar. 

Bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas, pilihan membeli dalam jumlah lebih kecil justru menjadi sangat berarti.

Maharani menegaskan, kegiatan Pasar Sembako Murah tersebut bukan berorientasi pada target penjualan maupun keuntungan semata.

KEI ingin memastikan pesan mengenai kepedulian terhadap ketahanan pangan dan upaya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau benar-benar sampai kepada masyarakat.

"Kita bukannya mencari target, tetapi menyampaikan pesan Presiden Prabowo. Kita mendukung sekali sehingga sampai kepada masyarakat bahwa ini kepedulian pemerintah untuk masyarakat," jelasnya.

Menurut dia, respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa program penyediaan sembako dengan harga terjangkau masih sangat dibutuhkan.

"Ini akan berkelanjutan karena memang melihat situasi dan kondisi masyarakat secara langsung. Kita akan ikut berperan menyampaikan pesan dari Bapak Presiden kepada masyarakat secara langsung bahwa Presiden mengulurkan dengan harga-harga seperti ini," kata Maharani.

Melihat kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi, Pasar Sembako Murah tersebut tidak akan berhenti di kawasan CFD Solo.

KEI berencana memperluas penyaluran hingga ke tingkat kecamatan agar masyarakat yang tidak beraktivitas di CFD tetap dapat memperoleh sembako dengan harga terjangkau.

"Nanti ke depannya kita akan membuka mungkin di kecamatan-kecamatan selain CFD. Dan kalau mau beli bisa langsung ke Koperasi Pendowo 08. Setiap harinya bisa untuk beli ke Pendowo 08," jelasnya.

Program tersebut juga diproyeksikan berkembang ke wilayah Solo Raya. Maharani menyebut sejumlah pengurus daerah KEI telah menyampaikan keinginan untuk menggelar kegiatan serupa di daerah masing-masing.

"Kita baru di Solo saat ini, tapi ke depannya para ketua DPD sudah mengajukan, seperti Wonogiri, Sukoharjo juga sudah mengajukan," ungkapnya.

Sementara di Kota Solo, KEI bahkan mendorong agar penyaluran sembako murah bisa dilakukan di setiap kecamatan sehingga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok bersubsidi semakin mudah.

Bagi Maharani, langkah tersebut merupakan bentuk gotong royong masyarakat dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah agar tidak berhenti sebagai program di tingkat atas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Ini kepedulian masyarakat, kepedulian Presiden untuk masyarakat dan kita sebagai warganya menyambut untuk bisa melakukan," pungkasnya. //Kls

Type above and press Enter to search.